BAYI GEMUK BUKAN BERARTI SEHAT LO BUNDA

Bayi Sehat

Bayi Sehat

Balita gemuk memang sering bikin gemas. Tapi bernahkah balita gemuk jadi tolak ukur kesehatan balita? Jika balita Anda dipuji orang karena gendut dan lucu, jangan bangga dan gembira. Anda justru harus waspada. Kerena kegemukan adalah masalah kesehatan. Dulu, anak yang sehat harus gemuk! Sekarang, anak gemuk bukan anak yang sehat. Kenapa? bayi yang berat badannya melonjak terlalu cepat pada tahun pertama bisa menjadi obesitas dan mengalami masalah kesehatan. Dulu, anak yang kurus dianggap malnutrisi atau kurang gizi. Bila anak tidak makan nasi dianggap belum makan. Akibatnya orang tua memberi makan anak berlebihan, tidak sesuai kebutuhan nutrisi. Idealnya berat bayi pada usia 6 bulan adalah 2x berat lahir, dan pada usia satu tahun adalah 3x berat lahir. Tetapi, hal ini tentu saja tergantung pula dari tinggi badannya. Pada usia 6-9 bulan, konsumsi susu diperlukan 2 sampai 3 kali @ 220 ml. Tidak perlu berlebihan memberikan susu yang membuat bayi obesitas atau sebaliknya juga jangan kurang dari itu agar bayi tak kekurangan gizi. Untuk menu makanan, Anda bisa membuat bubur/tim dasar (beras, daging, dan tempe dicampur jadi satu) sekali saja, yang bisa dibagi 2 untuk menu siang dan malam. Tambahkan sayur, juga dibagi 2. Untuk menu makan malam sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin. Sesaat sebelum memberikannya pada bayi, bubur dasar bisa diolah bersama sayur. Cara masaknya, sayur ditambahkan pada saat bubur dihangatkan diatas api. Sebaiknya, jangan terlalu lama memasak sayur, karena akan hilang zat gizinya.

Berapa kali sebaiknya bayi diberi makan? Sebenarnya ada waktu-waktu tertentu yang sebaiknya Anda ikuti. Berikut jadwal makan anak usia 7-9 bulan :
Waktu Pemberian Makan
06:00 30 ml susu formula
08:00 Bubur/ tim ikan campur sayuran (bervariasi isinya)
10:00 90 ml susu formula
12:00 Buah (bervariasi)
14:00 Bubur susu
16:00 90 ml susu formula
18:00 Bubur/tim
20:00 90 ml susu formula
22:00 90 ml susu formula
24:00 90 ml susu formula
02:00 90 ml susu formula
04:00 90 ml susu formula
Risiko balita gemuk banyak penyakit yang bisa timbul karena kegemukan, antara lain:
1. Gangguan penyakit hati (pengerutan jaringan hati, bahkan kanker hati).
2. Penyumbatan atau gangguan saluran pernapasan ketika tidur, dengan gejala mengompol sampai mengorok.
3. Usia yang lebih pendek daripada generasi orang tuanya. Kemungkinan ini terlihat dari berbagai risiko penyakit yang lebih mudah hinggap pada anak-anak yang kegemukan.
4. Penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti pembesaran jantung atau peningkatan tekanan darah.
5. Gangguan metabolisme glukosa. Misalnya, intoleransi glukosa.
6. Gangguan kedudukan tulang, berupa kaki pengkor atau tergelincirnya bagian sambungan tulang paha (terutama pada anak laki-laki).
7. Gangguan kulit, khususnya di daerah lipatan, akibat sering bergesekan.
8. Gangguan mata; seperti penglihatan ganda, terlalu sensitif terhadap cahaya, dan batas pandangannya jadi lebih sempit.
Ciri-ciri kegemukan balita yang perlu diwaspadai :
•Wajah membulat
•Pipi tembem
•Dagu rangkap
•Leher relatif pendek.
•Dada membusung, dengan payudara yang membesar karena
mengandung jaringan lemak.
•Perut membuncit disertai dinding perut yang berlipat-lipat.
•Kedua tungkai umumnya berbentuk X, dengan kedua pangkal paha
bagian dalam saling menempel dan bergesekan. Akibatnya, timbullah
lecet.
•Pada anak laki-laki, penis tampak kecil karena tersembunyi dalam
jaringan lemak. Makanya, orang tua sering jadi sangat khawatir.
Bagaimana mengatasi kegemukan balita?
1. Atur pola makan balita. Pilih menu makanan si kecil dengan zat-zat gizi yang seimbang. Juga, jumlah makanannya mesti pas.
2. Aktivitas fisik. Dengan beraktivitas fisik, energi yang keluar diharapkan bisa seimbang dengan banyaknya makanan yang dikonsumsi.
3. Pencegahan kegemukan pada balita sebenarnya bisa dimulai dari pemberian ASI secara eksklusif. Sebab, pemberian ASI tidak akan membuat intake susu balita berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.