TIPS PUASA SI KECIL

Tidak sabar rasanya menanti bulan penuh keberkahan ini. Berbagai persiapan mulai dilakukan agar ibadah di bulan ini lebih khusyu’ daripada bulan Ramadhan tahun lalu.

Namun ada yang berbeda di tahun ini. Apa itu? Ternyata tahun ini si kecil mulai belajar berpuasa! Subhanallah. Selain senang, ternyata bingung juga bagaimana melatih si kecil berpuasa. Ada  beberapa hal yang mungkin akan membantu kita dalam melatih si kecil berpuasa.

                                              Puasa Si KEcil

Usia berapa anak dapat dilatih berpuasa?

Anak dapat dilatih berpuasa sejak dini karena kebiasaan akan menumbuhkan kecintaan dalam diri anak. Pada umumnya anak siap dilatih berpuasa pada usia 6-7 tahun. Tentu saja orang tua harus memperhatikan kondisi fisik anak serta kebutuhan energi yang diperlukannya untuk beraktifitas sepanjang hari. Kita perlu mengingat bahwa usia anak-anak adalah masa yang penuh dengan aktifitas motorik yang sangat menguras energi. Jangan sampai kita terlalu memaksa anak untuk berpuasa padahal hal tersebut dapat membahayakan kesehatan fisiknya. Semakin jarang anak merasa lapar, maka secara fisik anak sudah siap dilatih berpuasa penuh.

Dalam mengajari si kecil berpuasa, sebaiknya fokus bukan hanya pada kemampuan menahan lapar dan haus. Yang tak kalah penting adalah menciptakan kesan yang baik dan positif tentang ibadah puasa. Hal ini penting agar anak dapat menjalankan ibadah puasa dengan senang dan tanpa tekanan. Kita juga dapat mengajarkan bahwa meski menahan lapar dan haus selama berpuasa, bukan berarti tubuh kita akan lemas kelaparan. Ini trik mengajari si kecil berpuasa tanpa kekurangan energi.

Lakukan secara bertahap
Proses mengajari si kecil berpuasa tidak harus diawali dengan langsung menyuruhnya menahan lapar dan haus. Kita dapat memulainya dengan mengajak anak ikut bangun pada saat sahur agar ia melihat dan merasakan suasananya. Setelah itu, tawari ia untuk berpuasa sesuai dengan kemampuannya menahan lapar dan haus. Anak usia TK biasanya hanya mampu menahan lapar dan haus selama beberapa jam. Kemampuan berpuasanya akan lebih meningkat saat ia sudah duduk di bangku SD.
Makan dengan porsi cukup dan utamakan Makanan Berserat
Menyiapkan diri  untuk berpuasa bukan berarti makan sebanyak-banyaknya pada saat sahur. Katakan pada si kecil, yang lebih penting adalah mengonsumsi makanan yang bergizi dengan porsi yang cukup. Terangkan juga bahwa hanya mengonsumsi makanan kesukaannya, seperti kue, cokelat atau jajanan lain pada saat sahur, tidak dapat membantu tubuhnya tetap kuat selama berpuasa. Dorong ia untuk menyantap makanan yang kaya serat seperti buah, sayuran dana bon jamur, serta sumber protein seperti telur, daging, dan susu anak agar tetap berenergi selama berpuasa.
Minum susu
Minum susu pada saat sahur dapat membantu mencukupi kebutuhan nutrisi dan energi selama anak berpuasa.Susu mudah diserap tubuh sehingga mampu mencukupi kebutuhan energi, vitamin, serta mineral anak.

Mengajarkan anak berpuasa sejak dini memang dianjurkan. Akan tetapi, Mam tetap harus memerhatikan kemampuan dan kesediaan si kecil, ya. Bagaimana pun juga, anak balita belum memiliki kewajiban untuk berpuasa. Jika setelah didorong ia tetap enggan berpuasa, hindari memaksanya ya. Jangan sampai si kecil menangkap kesan yang tidak baik atau tidak menyenangkan mengenai ibadah puasa.

 

sumber : pic from freepik.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.